photo18 aniversary - penandatangan deklarasi

7 Tahun Kontakperkasa Futures Balikpapan : Menelusuri Jejak Teladan Para Leluhur

Bulan juni adalah bulan penting bagi PT. Kontakperkasa Future Balikpapan dan Paguyuban Ini Bangsaku. Sebagai bagian dari Bangsa

Bulan juni adalah bulan penting bagi PT. Kontakperkasa Future Balikpapan dan Paguyuban Ini Bangsaku. Sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, tanggal 1 juni dirayakan sebagai hari lahirnya Pancasila dan 6 juni adalah kelahiran penggagas Pancasila sekaligus Proklamator kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno. Selain itu, Bulan juni adalah bulan berdirinya Kontontakperkasa Future. Dan pada akhir bulan ini juga, umat Islam akan mulai melaksanakan ibadah Puasa Romadhon. Untuk itulah PT KPF melaksanakan serangkaian kegiatan peringatan yang bersifat religius. Kegiatan dimulai tanggal 6 Juni lalu dengan perjalanan ziarah dan upacara peringatan di Muara Kaman dan Candi Agung Amuntai. Kedua situs tersebut adalah tempat bersejarah bagi bangsa Indonesia khususnya Kalimantan.

Candi Agung adalah peniggalan negara Dipa yang didirikan oleh empu Jatmika. Negara ini berdiri pada tahun 1387-1495 M. Dalam sejarahnya negara Dipa diteruskan oleh negara Daha, yang kemudian diteruskan lagi oleh kesultanan Banjar. Jadi boleh dikata bahwa negara Dipa adalah cikal bakal kesultanan Banjar yang merupakan kesultanan besar di Kalimantan. Atas alasan itulah maka PT Kontakperkasa Futures dan Paguyuban Ini bangsaku memilih candi Agung sebagai tempat kegiatan peringatan lahirnya Pancasila dan Sang Putra Fajar Sukarno, presiden pertama Republik Indonesia.

Rombongan berangkat dari Kantor PT Kontakperkasa Balikpapan di BSB pada hari kamis siang. Acara ini juga merupakan bagian dari kegiatan Paguyuban Ini Bangsaku. Anggota rombongan sebanyak 17 orang berangkat dengan mengendarai 3 buah mobil melalui penyeberangan ferry kariangau. Rombongan singgah di Babulu darat untuk kegiatan melepas burung kembali ke alam. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai simbol rasa syukur atas karunia Tuhan berupa alam yang telah memberi kemakmuran.

Rombongan tiba di Candi Agung Amuntai tengah malam dan langsung melakukan ibadah pembacaan do’a dan surat Yassin oleh anggota Paguyuban Ini Bangsa Ku yang beragama Islam. Setelah beristirahat sejenak, kegiatan dilanjutkan kembali pada saat fajar berupa pembacaan do’a untuk seluruh leluhur Kalimantan dan Indonesia. Acara dilanjutkan dengan upacara penghormatan Bendera Merah Putih dan menyikan lagi syukur serta Indonesia Raya.

Seminggu kemudian, pada hari sabtu 13 Juni, PT KPF dan Paguyuban Ini Bangsaku kembali melakukan ziarah ke makam Sayid Abdul Karim Al Buchari Al Idrus dan Habib Achmad Ba’awi di Hutan Lindung Sei Wain km15 Balikpapan. Beliau berdua adalah sebagian dari para leluhur di Balikpapan yang menyebarkan agama Islam. Sebelumnya Paguyuban Ini Bangsaku telah memberi bantuan berupa penguatan tanah dengan siring kayu ulin di pinggir sungai yang tergerus erosi hingga longsor dan mengancam keberadaan makam.

Perjalanan menuju makam ini tidak bisa dilakukan dengan kendaraan sepenuhnya. Dari km15 berbelok menuju Dam Pertamina, dilanjutkan jalan kaki sejauh 4 km melewati medan berat menyeberangi sungai tanpa jembatan dan memasuki hutan. Jalan yang ditempuh di dalam hutan pun sangat berat, berlumpur dan sesekali menerobos di sela tetumbuhan. Hampir semua yang ikut kulitnya tergores duri hutan, bahkan ada yang terkena pacet. Meskipun medan sangat berat dan melelahkan, semua menikmati kegiatan ini. Bahkan ada juga yang berceloteh:”kalo tidak ikut kegiatan ini, kapan lagi bisa makan di tengah hutan dan berfoto-foto?”

Di tengah hutan sebelum memasuki area makam, peserta yang ikut kembali melepas burung. Burung tersebut di beli dari kios pedagang burung di perjalanan. Hampir semua burung tersebut adalah hasil tangkapan di hutan, jadi kegiatan ini dimaksud untuk mengembalikan mereka ke habitatnya. Tujuannya sama dengan kegiatan melepas burung di Babulu Darat, yaitu sebagai simbol rasa syukur atas karunia Tuhan berupa alam yang telah memberi kemakmuran.

Setelah selesai istirahat dan makan, rombongan kembali menyeberang melalui sebatang kayu ke dalam area makam. Di sana rombongan membaca doa bekal batin pemimpin, bacaan surat Yaasiin, dan berkirim fatehah. Pak Agus, jagawana sekaligus juru kunci makam yang mengantarkan perjalanan ini secara khusus menyampaikan terimakasih atas perhatian dan bantuan Paguyuban Ini Bangsaku dan PT. Kontakperkasa Futures.

Kegiatan berlanjut di hari kamis 19 Juni berupa peringatan ulang taun ke 7 PT Kontakperkasa Balikpapan. Acara dibuka dengan Tadharus Al Quran hingga qatam yang dilakukan oleh 15 karyawan PT Kontakperkasa Futures di dalam kantor. Kegiatan ini dilaksanakan mulai jam 09.30 pagi hingga jam 13.00

Sore harinya dilakukan ibadah oleh karyawan yang beragama nasrani bersama 20 anak panti asuhan nasrani. Anak panti asuhan ini yang sengaja diundang datang untuk beribadat bersama dan mendapat santunan.

Pada sore harinya dilakukan kegiatan bacaan surat Yassin oleh karyawan muslim bersama 20 anak yatim dari Ponpes Nurul Khaeraat Lil Muhibbin Sepinggan yang dipimpin oleh Habib Mahdar Abubakar Al-Qadri. Pada kesempatan ini pula dilakukan pembagian santunan bagi anak yatim piatu penghuni pesantren. Dalam Tauziah nya, Habib Mahdar Abubakar Al-Qodri mendukung kegiatan PT.Kontakperkasa dan Paguyuban Ini Bangsaku dalam menyantuni anak-anak yatim dan berziarah ke makam-makam para Arbain.

Usai sholat maghrib dilakukan penandatanganan deklarasi 7th aniversary. Semua ikut bertandatangan. Kegiatan peringatan ini ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh bapak Ermansyah selaku kepala Cabang PT KPF Balikpapan sekaligus wakil ketua Paguyuban Ini Bangsaku. Semua terlibat dalam kegiatan ini, bahkan team-team marketing ikut menyumbang makanan termasuk kue tart ulang tahun.

Dalam pesannya, bapak Ermansyah mengajak semua golongan, suku, dan agama yang berbeda ini kembali ke khitah dan sadar bahwa semua yang sekarang kita nikmati ini tidak lepas dari hasil kerja para leluhur terdahulu, baik leluhur kita maupun leluhur-leluhur tanah tempat kita mencari nafkah. Oleh sebab itu sudah sepantasnya kita menyampaikan rasa terimakasih kita dengan penuh rasa syukur mendo’akan para leluhur dan memohonkan ampun atas kesalahan-kesalahan mereka. Dan selayaknya pula kita menjaga dan melestarikan dan budaya warisan leluhur kita.

Comments

Pin It

4 thoughts on “7 Tahun Kontakperkasa Futures Balikpapan : Menelusuri Jejak Teladan Para Leluhur

Comments are closed.