EduprogramIRW – Ini adalah sebuah gambaran yang akan menyadarkan kita, betapa besarnya pengorbanan serta kasih sayang seorang Ibu kepada anaknya.

Sebelum kita terlahir, ibu selalu memastikan kita dalam keadaan sehat.  Mengandung selama 9 bulan. Begitu banyak cobaan yang ibu alami. Sampai untuk tidur pun susah, dikarenakan perut yang semakin hari semakin membesar.

Terima Kasih Ibu (2)

Sesaat kita baru lahir. Ibu selalu menjaga dan merawat kita sepanjang masa. Dengan penuh kasih sayang dan kesabaran sang ibu dalam segala hal, termasuk dalam memandikan. Saat sesibuk apapun, ibu akan selalu ada waktu bagi anaknya.

Saat sang anak lapar, ibu dengan kasih sayang nya akan menyusui atau menyuapi sang anak dengan senyuman dan kesabaran. Bahkan ada beberapa diantara ibu yang berusaha atau bekerja keras tanpa henti untuk memberikan yang terbaik untuk sang anak.

Dan tahukah kita, apa yang dilakukan ibu seusai shalat? Ya, dia tanpa hentinya selalu mendoakan kita, dengan segala ketulusan hati dia.

Lalu apa yang telah kita perbuat terhadapnya? Membahagiakannya kah? Atau mendoakannya kah?

Terima Kasih Ibu (4)

Tidak sampai disitu saja.

Ketika sang anak sudah berpisah dengan ibu, dikarenakan sudah memiliki keluarga baru. Ibu tanpa hentinya selalu memikirkan dan mendoakan sang anak. Dan berharap, pada saat itu ada sang anak yang selalu menemaninya. Tapi ibu memakluminya, karena itu memang sudah jalan yang di ikhlaskan ketika anaknya memutuskan untuk memiliki keluarga baru (menikah).

Sesekali, tengoklah ibu kita. Agar rasa kangen ibu dapat terbayarkan dengan kehadiran kita dihadapannya. Kehadiran kita dihadapannya itu sudah lebih dari harga sebuah rumah dan mobil mewah. Karena yang diharapkan ibu kepada sang anak adalah bukan hal-hal yang mewah yang mungkin saat ini kita miliki. Tapi kasih sayang sang anak lah yang diharapkan oleh ibu.

Jangan sampai penyesalan besar yang akan kita dapatkan. Dikarenakan rasa kangen kita muncul ketika ibu sudah tiada.

Bahkan Rasulullah pernah menyampaikan sabda tentang keutamaan seorang ibu dari seorang Bahz bin Hakim. Meriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang menemui Rasul. Lelaki itu bertanya,

“Siapakah yang harus saya taati?” Kemudian Rasul menjawab, “Ibumu”. Dan bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?” Rasul menjawab, “Ibumu”.

Terima Kasih Ibu (3)

Dia bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?” Rasul menjawab “Ibumu”. Dan bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?” Rasul menjawab, “Ayahmu. Kemudian kerabat terdekat yang disusul kerabat lainnya”.

Ini menunjukan, betapa mulianya seorang Ibu di mata Rasul. Sehingga beliau menyebutkan kata ibu sampai 3 kali, baru di susul ayah.

Kasihilah ibu sebagaimana ibu mengasihi kita.

Mengasihi dan menyayangi ibu tidak kenal waktu. Jangan hanya ketika ada Hari Ibu, kita baru mau ucapkan selamat hari ibu lantas baru mau mengasihi dan menyayangi ibu.

Ingat, kasih ibu sepanjang masa. Tak kenal waktu, ruang, dan tempat. Balaslah besarnya kasih mereka dengan kasih kita.

 

#MothersDay


EduprogramIRW – Kita perlu tahu, ungkapan ada harga ada rupa tak selamanya benar. Barang mahal belum tentu berkualitas. Ini berlaku juga untuk sepatu lari. Sepatu lari mahal tak selalu bagus. Malah seringkali lebih buruk kualitasnya dari yang murah. Demikian hasil survei yang digelar situs RunRepeat selama satu tahun. Ada 134.867 orang dengan 391 jenis sepatu […]

Read More

EduprogramIRW – Profesional Health. Stres bisa membuat Anda menjadi orang yang berbeda. Tanda-tandanya, Anda jadi mudah marah, tidak bersemangat, tidak fokus dan berpikiran negatif. Penyebab stres bermacam-macam. Menurut Cosmopolitan, stres terjadi karena kurang tidur, tidak olahraga, sering menunda pekerjaan atau terlalu banyak makan makanan cepat saji. Sebuah artikel di Bisnis, konflik di kantor dan rekan […]

Read More

Bagaimana Anda memulai pagi dapat menentukan seperti apa keseluruhan hari. Terus-menerus menekan tombol snooze pada alarm, tidak akan membuatnya semakin baik. Ubah atau perbaiki kebiasaan Anda sebelum kerja agar jadi lebih produktif. Ikuti tips berikut, dilansir Time dari Supercompressor, Selasa 28 Juli 2015. Jika bangun sebelum alarm berbunyi, beranjaklah dari tempat tidur. Tubuh Anda seperti […]

Read More

Riset membuktikan, karyawan lebih bahagia bekerja saat mereka berteman dengan rekan kerja. Bekerja jadi lebih menyenangkan, tugas-tugas dapat dinikmati, ada kepuasaan tersendiri dalam mengerjakannya. Jika mereka punya teman-teman di kantor. Hasil penelitian tersebut diamini motivator bisnis Michael Kerr dan penulis Ryan Kahn dikutip dari Business Insider. Keduanya menyarankan Anda memperlakukan semua orang di kantor layaknya Anda […]

Read More

Masih banyak sekali orang yang berfikit pesimis alias MEMBLE dijaman modern ini. Padahal, dengan kesehatan serta kesempatan belajar banyak yang kita miliki, tak ada alasan untuk tidak mengembangkan diri. Banyak lho orang-orang yang kurang beruntung dan tak memiliki kesempatan seperti kita. Oleh karenanya, semangat untuk menjadi lebih baik sepertinya memang diharuskan untuk kita yang mendapatkan […]

Read More

Bagi para  praktisi pasar modal , istilah ini tidak akan asing lagi. Tapi biasanya ini adalah di lakukan oleh semua perusahaan yg listing di BURSA. Tapi kali ini saya membahas dari sisi yg berbeda. Karena memang sejarusnya bahwa window dressing ini seharusnya tidak saja di lakukan oleh petusahaan yg ada di BURSA , tetapi kita […]

Read More

Ada banyak orang yang mudah marah dan kecewa kepada Tuhan hanya karena doa-doa mereka yang belum beroleh jawaban dari Tuhan. Kita pun berubah sikap, tidak lagi bersungguh-sungguh, dan roh untuk melayani Tuhan secara perlahan meredup dan akhirnya padam. Dalam 1 korintus 15:58 “ ….kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”   […]

Read More