logo ini bangsaku

Gerakan Semangat Cinta Tanah Air

Paguyuban Ini Bangsaku merupakan komunitas “Gerakan Semangat Cinta Tanah Air” yang bermula dari kegiatan internal kerohanian di beberapa

Paguyuban Ini Bangsaku merupakan komunitas “Gerakan Semangat Cinta Tanah Air” yang bermula dari kegiatan internal kerohanian di beberapa perusahaan pialang berjangka yang telah berjalan. Komunitas ini menjadi berkembang ketika kesadaran dan kepedulian terhadap situasi dan kondisi di negeri ini mulai tumbuh. Sebagai rasa syukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan tanah air nan elok, subur, dan kaya ini, serta rasa terima kasih kepada perjuangan para leluhur dan pahlawan bangsa, maka komunitas ini mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan pemuda dan masyarakat sekitarnya sebagai bentuk tanggung jawab sosial (Social Responsibility) dengan menjaga dan memelihara lingkungan, adat, budaya, serta merawat makam-makam para leluhur di beberapa wilayah setempat.

Direktur Utama PT. Solid Gold Berjangka Iriawan Widadi juga selaku Ketua Pembina Paguyuban Ini Bangsaku mengatakan, Apa yang kita alami dan jalani hari ini tidak terlepas dari jasa besar para orang tua dan kakek terdahulu kita, sehingga kita jangan menjadi masyarakat yang lupa sejarah, budaya, adat istiadat, serta perjuangan para leluhur dan para pahlawan bangsa. Dia juga mengatakan bahwa dengan melibatkan masyarakat, program-program SR ini akan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk selalu menghargai jasa para leluhurnya dan menumbuhkan semangat cinta tanah air.

Paguyuban Ini Bangsaku telah menyelenggarakan sejumlah program kegiatan ke masyarakat, sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya (SR). Maka untuk lebih meningkatkan kepedulian dalam program-program tersebut, diperlukan suatu wadah yang bisa digunakan oleh stakeholders untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan SR tersebut, sehingga kehadiran komunitas ini juga dapat memberikan manfaat dalam menjaga kelestarian adat dan budaya setempat. Komunitas ini selanjutnya akan menjadi penggerak berbagai program “Gerakan Semangat Cinta Tanah Air” yang diimplementasikan melalui empat pilar, yaitu Pendidikan, Lingkungan, Filantropi, dan Pemberdayaan Masyarakat.

Beberapa kegiatan Paguyuban Ini Bangsaku yang telah diadakan mulai mendapat tanggapan dari masyarakat sekitarnya. Awal kegiatan di luar kantor, dimulai dari kegiatan yang sederhana seperti membersihkan makam-makam para leluhur yang terlihat kurang terawat.Dari kegiatan tersebut kemudian mencoba mengajak masyarakat setempat untuk turut peduli, dengan cara mengadakan pengajian bersama di sekitar makam tersebut. Dari kegiatan ini sedikit demi sedikit orang-orang yang berada dalam Paguyuban Ini Bangsaku turut menyampaikanpesan-pesankepada masyarakat tentang ajaran-ajaran yang didapat dari para leluhur, para orang tua, para pahlawan kita dalam membangun dan membesarkan negeri Indonesia. Jika melihat kondisi negeri kita sekarang, maka kita akan tersadar bahwa banyak hal yang telah diperjuangkan dan diajarkan para leluhur dan pahlawan bangsa kita mulai dilupakan.

Sikap kita dengan kurang menghormatikeberadaan para leluhur merupakan perilaku yang tidak tahu diri untuk berterima kasih terhadap perjuanganpara pendahulukita. Semua yang kita nikmati saat ini di negeri iniboleh dikata tidak terlepas dari upaya perjuangan mereka. Bila kita mau jujur, banyak diantara kita yang tidak tahu dan peduli siapa leluhurnya, dari keturunan mana kita berasal. Jangankan untuk menghormati leluhurnya,untuk menghormati orang tua kita di zaman sekarang semakin rendah.Malu bila mendengar keprihatinan orang tua atau kakek nenek kita, merekahanya bisa mengelus dada ketika melihat gaya hidup dan perilakuanak-anak sekarang.

Ironisnya lagi, masyarakattelah disuguhkan sebuah reality showpara selebriti dan elite politik di negeri iniyang setiap harinya dikemas oleh produser televisi untuk menaikkanpopularitas acaranya demi meraup untung. Tontonan yang memamerkan gaya hidup hedonis, kehidupan konsumtif, skandal seks,narkoba, perilaku anarkis, dan seabrek lainnya yang ditayangkan setiap hari, makin banyak ditiru oleh kalangan muda sebagai gaya hidup masa kini. Inilah yang menjadi masalah serius bersama, keprihatinan yang harus disikapi segera dengan suatu tindakan nyata, bukan lagi sekedar retorika.

Identitas yang pernah dimiliki bangsa ini sebagai bangsa yang ramah, sopan santun, gotong royong, memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik, sepertinya akan menjadi kenangan belaka bila tidak diteruskan oleh generasi saat ini. Itulah kekuatan ajaran-ajaran dan keutamaan hidup yang pernah diberikan oleh para leluhur kita. Sifat-sifat seperti itu yang dibawa para leluhurdan pahlawan kitakonon sangat dikagumi dan disegani oleh bangsa lain,belum lagi dengan hal-hal mengagumkan lainnya yang pernah dicapai para pendahulu kita tersebut dalam membawa nama harum bangsa serta upaya-upaya dalam menjaga dan memelihara keutuhan tanah airnya.

Banyak hal yang telah kita nikmati dari hasil perjuangan para pendahulu kita berupa kemerdekaan kedaulatan bangsa, kebhinekaan adat, budaya, suku, bahasa, agama, yang masih berlangsung dalam satu kesatuandi negeri Indonesia. Tidak mudah menjaga dan memelihara keragaman tersebut kalau tidak dilandasi dengan kepemimpinan dan kearifan lokal yang baik.

Beragamnya warisan budaya lokal dari para leluhur memberi kita kesempatan untuk menggali kembali kearifan lokal mereka dalam mengatasi masalah-masalah yang pernah mereka hadapi di masa lalu. Masalahnya kearifan lokal tersebutseringkali diabaikan, dianggap tidak ada hubungannya dengan masa sekarang apalagi masa depan. Dampaknya adalah banyak warisan budaya yang lapuk dimakan usia, terlantar, dan terabaikan keberadaannya. Barangkali kita pernah mendengar kabar tentangbeberapa bangsa yang kurang kuat sejarahnya justru mencari-cari jatidirinya dari peninggalan sejarah dan warisan budayanya yang sedikit jumlahnya. Hal ini kontradiktif dengan sikap generasi bangsa Indonesia saat ini, yang kaya dengan warisan budaya justru mengabaikan aset yang tidak ternilai tersebut. Sungguh ironis, bila kita hanya sibuk berteriak mencaci maki bangsa lain setelah menyadari bangsa lain berusaha mengambil alih warisan budaya bangsa kita.

Potret kesemrawutan bangsa ini sudah saatnya disikapi dengan kearifan dan keteladanan dalam kepemimpinan. Mungkin tidak ada salahnya menggali kembali kearifan lokal dan ajaran-ajaran mulia para leluhur yang dapat diterapkan untuk bekal generasi muda dari serbuan budaya hedonis yang nyata-nyata bukan cerminan kepribadian bangsa Indonesia. Salah satunya adalah dengan gerakan semangat cinta tanah air dengan memelihara warisan budaya para leluhur. Untuk itulah gerakan tersebut mulai dikumandangkan melalui Paguyuban Ini Bangsaku dengan berbagai kegiatan. Tujuannya adalah untukmenumbuhkan semangat dan keyakinan pada diri kita bahwa kita adalahbangsa yang besar, dengan cara, menumbuhkan kembali budaya- budaya di setiap daerah, menjaga dan merawat peninggalan serta makam-makam para leluhur dan pahlawan supaya kita dan anak cucu kita tetap bisa melihat dan mengerti sejarah kebesaran bangsanya. Itulah wujud syukur dan sikap berterima kasihkita kepada para leluhur dan pahlawan bangsa.

 

Semboyan Paguyuban Ini Bangsaku:

INI BANGSAKU

Bangsa Indonesia.
INI BANGSAKU

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
JIWA BANGSAKU

Jujur, beriman, bertaqwa.
PRIBADI BANGSAKU

Cinta orangtua, cinta leluhur, cinta keluarga, cinta sesama, cinta alam semesta, cinta tanah air Indonesia.
SEMANGAT BANGSAKU

Cerdas, ulet, gigih, tangguh, pantang menyerah.
BANGGANYA BANGSAKU

Satu hati, satu jiwa, satu rasa, Bhineka Tunggal Ika.
INI BANGSAKU

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.

Comments

Pin It

2 thoughts on “Gerakan Semangat Cinta Tanah Air

Comments are closed.