Mbah Sanggar 2

KEGIATAN ISTIGHOTSAH DI MAKAM MBAH SANGGAR DESA WATES KEDUNGSARI KABUPATEN SIDOARJO

Di Desa Wates Kedung Sari Kecamatan Tanggulangin terdapat makam dan masjid bersejarah yang didirikan Mbah Sanggar dan masyarakat

Mbah Sanggar 1Di Desa Wates Kedung Sari Kecamatan Tanggulangin terdapat makam dan masjid bersejarah yang didirikan Mbah Sanggar dan masyarakat sekitar Desa Wates Kedung Sari, sebagai penyiar agama Islam pada masa-masa zaman kerajaan Majapahit. Desa ini terkenal dengan sentra perokonomian perajin tas, jaket, sabuk, koper dan lain sebagainya yang terbuat dari berbagai macam kulit seperti kulit kambing, kulit domba, kulit buaya, kulit ular piton, kulit sapi dan lain sebagainya. Dengan dukungan dari pemerintah kabupaten Sidoarjo, desa ini berkembang dengan pesat dengan rata-rata penduduk setempat memuliki keahlian sebagai pengrajin kulit.

Dengan adanya kegiatan dari Paguyuban Ini Bangsaku harapan dari kepala desa Wates Kedung Sari Bp. Abdul Muni menghimbau kepada masyarakat khususnya Desa Wates Kedungsari, agar selalu berfikir positif dengan adanya kegiatan-kegiatan yang diadakan Paguyuban Inibangsaku seperti sedekah bumi, melakukan kegiatan rutin istighotsah, berbagi bersama anak yatim dan kaum duafa. Kegiatan ini selain dapat menarik minat para peziarah/tawassul ke makam Mbah Sanggar, juga mengingatkan generasi penerus di bumi pertiwi ini mengerti tentang sejarah beliau yang begitu gigih dalam memperjuangkan syareat islam pada masanya. Mbah Sanggar adalah seorang ulama besar yang memiliki banyak santri pada masa kehidupan beliau, mengajarkan berbagai macam bentuk kitab pada santri-santrinya seperti: Kitab Kuning, Kitab Doratun Nasihin, Kitab Tasauf, Kitab Pekih, dimana kitab-kitab tersebut di jelaskan sesuai dengan mazhab masing-masing.

Mbah Sanggar 2Kitab kuning adalah kitab yang mempelajari tentang hadis-hadis yang telah di jelaskan oleh Nabi Muhammad SAW, beserta pendapat dari para sahabat Nabi setelah beliau wafat. Kitab Doratun Nasihin adalah kitab yang mengajarkan tentang mazhab yang di bawakan oleh imam safi’i seperti yang di kerjakan Ahlis Sun’nah Waljama’ah pada umunnya sesuai yang telah di contohkan Nabi Muhammad SAW. Kitab Tasauf adalah kitab yang mempelajari tentang kehidupan manusia dengan mahluk lainnya untuk tidak menyakiti dan membunuh dari apa-apa yang kita ketahui, seperti serangga, semut, lalar dan lain sebagainya. Kitab Peqih adalah kitab yang mengajarkan suatu hal-hal tentang kehidupan keseharian dari apa yang kita lakukan seperti sifat lupa dan lain sebagainya seperti menepuk nyamuk pada tangan, membunuh semut asalkan tidak tau dalil dan hadistnya. Sebagian pendapat para ulama membolehkah hal seperti itu terjadi. Dari sekian banyak makam yang ada di sekitar Mbah Sanggar adalah para santri-santribeliau, dimana para santri tersebut ikut berperan penting dalam mengajarkan ajaran yang diberikan sang guru.

Terlihat pula sampai sekarang masih banyak masyarakat setempat dan para santri dari berbagai pondok yang tawassul ke makam bersejarah ini. Namun demikian masih ada dari masyarakat setempat kurang peduli dengan pentingnya nilai sejarah dari makam Mbah Sanggar.Mereka berpendapat bahwa beliau bukan dari leluhur dari keluarga atau kerabatnya bahkan ada golongan-golongan tertentu yang mengatakan itu Bid’ah.

Istighotsah

Istighotsah di makam Mbah Sanggar diprakasai dari PAGUYUBAN INI BANGSAKU diketuai oleh H. Bambang Nur Kuncoro beserta rekan-rekan dari PT. SOLID GOLD BERJANGKA SURABAYA. Acara ini dilaksanakan setiap satu bulan sekali yaitu pada hari selasa malam rabu wage. Kegiatan tersebut mendapat sambutan dan dukungan dari masyarakat setempat.

Acara ini juga dihadiri dari perangkat desa setempat seperti kepala desa Bp. Abdul Muni, juru kunci makam Mbah Sanggar Bp.Lum, pMbah Sanggar 4ara ustad dan kyai dari Desa Wates Kedung Sari, Tanggulangin Sidoarjo. Istighotsah yang dilaksanakan adalah membaca surat yasin, surat tahlil, sholawat, tiba’an, dan kultum (ceramah) oleh ustad Abdulah Ahmad, diakhiri dengan doa yang di pimpin oleh ustad Zainuri. Acara diawali dengan sambutan ketua panitia dari PAGUYUBAN INI BANGSAKU H. Bambang dengan mengucapkan “Jazza kumulllah Khairon Kasir“ atau ungkapan rasa terima kasih kepada segenap perangkat Desa Wates Kedung Sari yang telah mendukung dan memberikan kesempatan untuk melaksanakan acara istighotsah/haul bersama ini. Tujuan di adakan acara ini untuk menguri-uri sejarah makam para aulia/walinya Allah SWT seperti makam Mbah Sanggar ini, karena beliau ini adalah tonggak pemersatu untuk kita semua terutama di Desa Wates Kedung Sari.

Dikatakannya pula, kita juga sebagai warga yang baik dan berbudi harus tahu dan mengerti arti sejarah dari pada makam para leluhur yang kita ziarahi seperti Makam Mbah Sanggar, beliau adalah penyiar agama Islam pertama di desa Wates Kedung Sari ini beserta para santri yang di makamkan di tempat ini. Himbauan H. Bambang agar untuk acara-acara yang akan datang agar lebih banyak yang hadir untuk saling menguatkan silaturrahmi dan ukhuah islamiah kita sebagai umat yang bersatu tanpa harus membedakan dari ras, agama, golongan, dan suku. Lagu Indonesia Raya yang kita kumandangkan adalah sebagai doa untuk kita semua sebagai ikatan batin dan tali persaudaraan yang kuat untuk kita semua.

Dalam tausiah oleh Ustad Abdullah Ahmad mengingatkan kesadaran kita tentang kematian dan mendoakan orang yang sudah meninggal seperti yang termaktub dalam sebuah kitab “ Sarhun Nawawi Li Muslim Justika hal : 202 “. Tujuan dari pada tawassul ini untuk menggambarkan bahwasanya kita bakal menghadapi kematian, dengan harapan kematian untuk kita semua disini yaitu kematian yang KHUSNUL KHOTIMAH atau mati SAHID.

Acara dilanjutkan dengan pemberian santunan dari PAGUYUBAN INI BANGSAKU kepada 100 (seratus) anak yatim se-kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo,terutama dari desa :

  1. Desa Kali Sempurno
  2. Desa Ketegan
  3. Desa Kweden
  4. Desa Wates Kedung Sari
  5. Desa Tanggul
  6. Desa Mager Sari
  7. Desa Waru Beron
  8. Desa Tarik

Doa penutup dipimpin oleh Ustad Zainuri dari pondok pesanten Nahdatul Ulum. Usai doa dilanjutkan ramah tamah, dan berziarah/tawassul bersama-sama untuk memanjatkan doa Bekal Batin dipimpin H. Bambang.Mbah Sanggar 3

Comments

Pin It

11 thoughts on “KEGIATAN ISTIGHOTSAH DI MAKAM MBAH SANGGAR DESA WATES KEDUNGSARI KABUPATEN SIDOARJO

Comments are closed.