Malaysia Airlines Ukraina

Malaysia Airlines MH17 Jatuh di Ukraina Ada 11 Warga Indonesia di Dalam Pesawat

  Malaysia Airlines MH17 yang tengah menjalani rute dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, mengangkut 295 orang di dalamnya,

Malaysia Airlines - Peta Ukraina  Malaysia Airlines MH17 yang tengah menjalani rute dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, mengangkut 295 orang di dalamnya, jatuh di dekat perbatasan Ukraina dan Rusia.

Seorang juru bicara Malaysia Airlines membenarkan telah terjadi “sebuah insiden” terhadap salah satu pesawatnya dan akan mengeluarkan pernyataan resmi dalam waktu singkat.

Pesawat terbang yang jatuh itu diyakini sebuah Boeing 777 dengan nomor penerbangan MH17, yang meninggalkan Amsterdam, Belanda pada pukul 12.14 waktu setempat atau kira-kira pukul 19.14 WIB.

Pesawat itu sedang terbang dekat kota Shaktarsk di wilayah Donetsk yang dikuasai pemberontak pro-Rusia, ketika hilang dari radar dan tim penolong sedang menuju ke wilayah itu.

Video tayangan yang diduga pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di Ukraina beredar di YouTube.

Senior Vice President Malaysia Airlines, Huib Gorder, menyebutkan, ada 11 warga negara Indonesia di pesawat berkode penerbangan MH17 milik maskapainya yang jatuh di Ukraina pada Kamis (17/7/2014).

Gorter mengatakan, Kamis malam waktu Amsterdam, selain 11 warga negara Indonesia, di pesawat itu ada pula 154 warga negara Belanda, 27 warga Australia, 23 Malaysia, 6 Inggris, 4 Jerman, 4 Belgia, 3 Filipina, dan 1 Kanada, sebagaimana dikutip Reuters.

Sebelumnya, Perdana Menteri Perancis juga menyatakan bahwa 4 warga negaranya ada di pesawat itu sebagaimana dikutip Reuters. Saat jatuh, pesawat ini mengangkut 280 penumpang dan 15 kru. Gorter mengakui ada 47 penumpang yang belum diketahui kewarganegaraannya. Sedangkan 15 awak pesawat dipastikan erkewarganegaraan Malaysia. Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, menyatakan, kecelakaan ini bisa jadi akan menjadi kecelakaan udara terburuk yang pernah menimpa negara itu.

Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan, pesawat Boeing 777 buatan Amerika Serikat itu telah sengaja diledakkan di udara. “Pesawat itu, tampaknya… saya katakan tampaknya karena kita belum memiliki semua rincian… ditembak jatuh. Bukan kecelakaan. Meledak di udara,” ujar dia di Detroit.Malaysian Airlines

Pemimpin Ukraina langsung melemparkan tuduhan kepada milisi pro-Rusia di kawasan timur negara itu sebagai pelaku penembak pesawat milik Malaysia Airlines tersebut.  Namun, muncul spekulasi bahwa pesawat itu sasaran salah tembak karena dikira pesawat angkut militer Ukraina.

Pesawat ini terbang pada ketinggian jelajah 10 kilometer ketika ditembak jatuh. Ketinggian itu berada dalam jangkauan sistem rudal darat-udara Buk buatan Rusia yang merupakan unit pelontar rudal mobile. Perusahaan pembuat alat ini mengatakan, jarak jangkau maksimalnya adalah 25 kilometer.

Sistem rudal darat-udara Buk ini dimiliki baik oleh militer Rusia maupun Ukraina. Sehari sebelum insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH17, satu unit sistem rudal darat-udara ini diketahui berada di daerah yang dikuasai kelompok pemberontak pro-Rusia di wilayah timur Ukraina, yang berdekatan dengan lokasi jatuhnya pesawat.

Sebelum Ukraina diiris krisis, Kiev memiliki setidaknya enam sampai delapan pelontar rudal ini. Rusia jelas punya peralatan ini lebih banyak dan lebih modern, tetapi belum ada keterangan apakah Rusia juga menyertakan alat itu ke pasukannya yang saat ini ditempatkan di perbatasan wilayahnya dengan Ukraina.Malaysia Airlines Ukraina

Rudal darat-udara Buk

Rudal Buk, disebut alat yang cukup rumit pengoperasiannya, tak seperti peluncur rudal bahu. Analis senior pertahanan IHS Jane, Edward Hunt, mengatakan butuh bantuan dari tenaga ahli atau pelatihan intensif untuk milisi pro-Rusia mampu memakainya.

“Rudal-rudal ini biasanya tidak terlihat dalam pasukan pemberontak atau separatis untuk alasan tak punya orang yang ahli, pelatihan, dan suku cadang,” kata Hunt.
Peluncuran rudal Buk juga butuh beberapa orang untuk melakukannya, termasuk operator radar.

Rudal ini punya sistem untuk mengenali musuh atau kawan, tetapi tak dapat membedakan pesawat komersial ataupun yang lain yang belum teridentifikasi lebih dulu. “Ini ibarat versi elektronik dari penjaga yang berteriak ‘Siapa itu?’,” ujar analis dari IHS Jane juga, Doug Richardson.

“Jika tidak ada jawaban, semua yang Anda tahu adalah bahwa itu bukan salah satu dari pesawat tempur di sisi Anda sendiri. Ini tidak akan memberikan Anda peringatan bahwa Anda melacak sebuah pesawat,” lanjut Richardson.

Pengendali lalu lintas udara Ukraina kehilangan kontak dengan pesawat Malaysia Airlines berkode penerbangan MH17 itu pada pukul 14.15 GMT atau pukul 21.15 GMT setelah penerbangan selama 4 jam dan berjarak 50 kilometer dari perbatasan Rusia.

Pesawat ini jatuh dalam perjalanan dari Amsterdam, Belanda, ke Kuala Lumpur, Malaysia. Tidak ada tanda-tanda korban selamat di lokasi reruntuhan puing yang membentang belasan kilometer. Sebelumnya disebutkan ada 280 penumpang dan 15 kru di dalam pesawat ini, tetapi belakangan dinyatakan pesawat ini membawa 283
penumpang.


Comments

Pin It

8 thoughts on “Malaysia Airlines MH17 Jatuh di Ukraina Ada 11 Warga Indonesia di Dalam Pesawat

Comments are closed.