Manado Post 09 Juni 2014 - Membangkitkan Nasionalisme Melalui Ziarah Makam Para Leluhur (1)

Membangkitkan Nasionalisme Melalui Ziarah Makam Para Leluhur Dan Para Pahlawan Kemerdekaan

Oleh : Arif sugiono Kepala Cabang PT Equityworld Futures Manado Wakil Ketua Umum Paguyuban Ini Bangsaku Bangsa ini

Oleh : Arif sugiono
Kepala Cabang PT Equityworld Futures Manado
Wakil Ketua Umum Paguyuban Ini Bangsaku

Bangsa ini pada awalnya adalah Bangsa yang besar, Bangsa yang tidak kekurangan sesuatupun, berjajar ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke, tanahnya yang subur dan keindahanya seolah-olah negeri ini sering diibaratkan banyak orang adalah negeri penggalan surga, surga seolah-olah pernah bocor dan memercikkan sebagian kecil bagiannya dan penggalan surga itu adalah negeri bernama Indonesia.

Bangsa ini pernah menemukan kejayaannya Bangsa yang disegani di seluruh dunia, Bangsa yang memiliki martabat dan harga diri yang tinggi dalam sejarahnya.  Sriwijaya , Majapahit adalah contoh kecil dari Betapa hebatnya Bangsa ini di masa lalu, namun kala kita menengok bagaimana Bangsa ini dimasa sekarang,  Betapa menyedihkan keadaan Bangsa ini, Bangsa ini tersandra oleh hutang-hutang luar negeri dengan berbagai macam syarat yang membelenggu kebebasannya, Penjajahan tidak Hanya sekedar dalam perekonomian akan tetapi sosial budaya dan kepribadian serta identitas bangsa ini sebagai Bangsa yang besar hanyalah tinggal cerita yang akan kita bisa ketengahkan kepada anak cucu kita sebuah cerita bahwa kita adalah Bangsa yang pernah besar Bangsa yang pernah memiliki kehebatan dan kejayaannya dimasa lalu, Akan tetapi semua itu hanyalah cerita dan akankah anak cucu kita hanya menjadi pendengar yang baik bahwa Bangsa ini pernah besar dan pernah menemukan kejayaannya dimasa lalu.

Marilah kita tengok generasi Bangsa ini sekarang, Gaya hidup hedonisme , pola hidup konsumtif , narkoba menghiasi keseharian, korupsi menjadi Hal yang biasa, saling memusuhi satu sama lain hingga berujung kepada hilangnya nyawa orang lain serta masih begitu banyak hal hal negatif yang hampir setiap hari menghiasi media media baik electronik maupun media cetak.

 

Manado Post Membangkitkan Nasionalisme 2Kenyataan itulah yang terjadi pada kehidupan generasi penerus Bangsa ini saat ini, sebuah Bangsa yang katanya dahulu pernah jaya pernah besar dan pernah disegani oleh Bangsa Bangsa lain dibelahan bumi ini. Budaya Bangsa ini seolah menjadi tamu dinegerinya sendiri, budaya Bangsa sendiri dianggap hal yang sudah kuno dan generasi kita seolah alergi untuk melestarikannya, Akan tetapi ketika bangsa lain mempelajari dan mengklaim sebagai  budaya bangsanya, barulah generasi kita sibuk menghujat Bangsa lain sebagai Bangsa pencuri yang mengklaim budaya Bangsa lain, sebuah ironi yang menggelikan dan menjadi konsumsi olokan Bahkan tertawaan Bangsa lain.

Patut untuk sama sama kita pertanyaan kenapa Bangsa ini menjadi sedemikian terpuruk hingga terjerembab pada titik terendah ?. Kalau kita melihat lebih dalam lagi bahwa kita sudah kehilangan nilai nilai luhur yang diajarkan oleh para leluhur kita, kita sudah kehilangan nilai nilai patriotisme dan yang lebih mengkhawatirkan kita sudah kehilangan nilai nilai Nasionalisme yang sudah diajarkan oleh para Pahlawan  kita. Kita sudah lupa apa yang disampaikan oleh The Founding Father kita Presiden pertama Republik ini, Ir. Soekarno  bahwa Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa jasa para pahlawannya. Bangsa ini sudah terlalu jauh meninggalkan nilai nilai luhur yg diajarkan para Pahlawan. Padahal yang perlu kita ingat Tanpa adanya per juangan para leluhur dan para Pahlawan, kita bukanlah negara yang merdeka, negara yang Akan tetap dikuasai oleh para Penjajah yang hanya mengambil hasil hasil kekayaan Bangsa ini dan membiarkan Bangsa ini tetap terpuruk selamanya.

 

Manado Post Membangkitkan Nasionalisme 3Kita seolah olah melupakan bahwa kita bisa menghirup udara bebas Kemerdekaan ini Karena jasa jasa mereka , kita lupa bahwa untuk membuat Bangsa ini menjadi lebih jaya adalah kita harus mewarisi nilai dan semangat juang para pahlawan kita. Akan tetapi yang terjadi Bangsa ini justru sedang sakit bermusuhan satu sama lain, saling menelikung satu sama lain, saling membunuh satu sama lain, saling memfitnah satu sama lain hanya demi kepentingan pribadi atau pun kelompoknya sangat jauh dari semangat yang diajarkan oleh para leluhur dan para pahlawan yang telah mendahului kita.

 

Manado Post Membangkitkan Nasionalisme 4

Oleh karena itu untuk kembali menjadi Bangsa yang besar, untuk kembali menjadi Bangsa yang jaya Bangsa yang bermartabat Bangsa yang disegani oleh Bangsa Bangsa lain, Marilah kita mengingat kembali dan menjalankan kembali nilai nilai luhur yang diajar

kan oleh para leluhur dan Pahlawan pendahulu kita. Pertanyaanya bagaimana cara membangkitkan rasa patriotisme dan Nasionalisme lagi pada generasi sekarang ini ? . Pada judul diatas saya sudah mengungkapkan bagaimana cara membangkitkan kembali semangat Nasionalisme kita bersama , salah satunya yaitu dengan Ziarah ke makam para leluhur dan ke Makam para Pahlawan. Lantas apa maksud dan Tujuan berziarah ke makam para leluhur dan makam para Pahlawan. Ada beberapa hal yang mendasari kenapa kita harus berziarah Kubur untuk membangkitkan semangat Nasionalisme kita:

Pertama , keberadaan kita sekarang ini tidak terlepas dari adanya para leluhur dan Pahlawan di masa lalu. Karena mereka lah kita semua ada dimuka bumi ini dan Karena per juangan mereka kita bisa me nikmat dan menghirup udara bebas Kemerdekaan. Sepatutnyalah kita menghargai dan merawat apa apa yang ditinggalkan oleh mereka sebagai bentuk rasa terima kasih atas per juangan mereka. Tetapi amat miris Ketika banyak makam para leluhur dan makam para Pahlawan kita yang tidak terawat kotor Bahkan di salah gunakan untuk kepentingan yang tidak seharusnya. Bagaimana Bangsa ini bisa saling menghargai satu sama lain ? Bagaimana Bangsa ini tidak saling bermusuhan ? Kalau untuk menghargai orang yang sangat berjasa dalam kehidupan kita sendiri kita tidak melakukanya ? Apa lagi pada jaman sekarang ini dimasa segala sesuatu di nilai dengan uang, Maka semakin jauh nilai saling menghargai yang seharusnya ditumbuh kembangkan, semua tergantikan oleh uang. Siapa saja yang memiliki uang paling banyak dialah yang paling berkuasa paling dihargai, sehingga semua orang berkorban lomba untuk mencari uang se banyak banyaknya agar supaya menjadi orang yang paling dihargai walaupun harus saling menghujat , menginjak bahkan harus membunuh saudaranya sendiri.

Manado Post Membangkitkan Nasionalisme 5

Semua ini bisa terjadi Karena kita tidak menghargai jasa jasa para leluhur dan para Pahlawan yang telah lama meninggalkan Dunia ini , mayoritas kita Hanya menganggap bahwa para leluhur dan Pahlawan itu tinggalah onggokan tulang belulang yang Akan lenyap di telan bumi. Padahal mereka dimasa hidupnya begitu berjasa atas keberadaan kehidupan kita saat Ini.Seharusnyalah sebagai bentuk rasa terima kasih kepada mereka untuk selalu merawat tempat peristirahatan terakhir mereka dan merawat barang barang peninggalannya sehingga kelang sungai sejarah tetap berjalan.

Kedua , pada masa kehidupannya para leluhur dan para Pahlawan ini sebagai manusia biasa tentunya mereka juga memiliki kesalahan dan dosa oleh Karena itu Tujuan kita berziarah adalah untuk mendoakan mereka kepada Tuhan semoga diampuni segala dosa dosanya dan di terima semua amalan amalannya. Karena dengan doalah saat ini yang bisa kita sama sama lakukan untuk membalas semua kebaikan dan jasa jasa mereka. Doa menembus dimensi ruang dan waktu entah itu ditujukan kepada siapapun kapanpun dimanapun dan kita Tujuan kepada siapapun. Doalah Hadiah terbaik yang kita bisa berikan saat ini sebagai bentuk rasa terima kasih atas jasa jasa para leluhur dan Pahlawan pendahulu kita.

Ketiga , Tentunya para leluhur dan para Pahlawan memiliki jasa jasa, memiliki perbuatan yang patut kita contoh semasa hidupnya. Para leluhur dan para Pahlawan sudah meletakkan dasar sendi kehidupan dasar yang kokoh dalam kehidupan ini.Kalau kita lihat lebih jauh hampir semua daerah pasti memiliki cerita bagaimana daerah itu dulunya berdiri hingga ada seperti saat ini. Para leluhur kita sudah berjuang untuk membuka wilayah dan bertahan dari serangan musuh baik itu sesama manusia atau pun dari binatang buas yang pada akhirnya adalah peradaban yang ada yang sekarang ini kita sama sama nikmati. Kegigihan dan keuletan mereka dalam menciptakan suatu tatanan peradaban baru itulah nilai yang bisa kita ambil dari mereka bahwa untuk menciptakan tatanan peradaban baru yang lebih baik diperlukan suatu per juangan yang lebih.Mari kita lihat Suri tauladan yang diberikan oleh para Pahlawan kita.Para Pahlawan dinegeri ini pada masa kehidupannya mereka berjuang mengusir Penjajah baik saat penjajahan portugis, belanda maupun jaman Jepang. Mereka berjuang Tanpa pamrih Tanpa minta imbalan Demi Tujuan mulai terbebas dari segala bentuk penjajahan dan diskriminasi , bahkan bukan Hanya tenaga, harta Bahkan nyawa merekapun mereka korbankan. Suatu pengorbanan yang Akan sangat susah kita temukan di jaman sekarang ini, digenerasi saat ini. Dengan menapak tilas tempat para leluhur dan para Pahlawan itu dimakamkan Maka kita Akan mengetahui secara langsung bagaimana rekam jejak paraplea uhur dan para Pahlawan pendahulu kita berjuang untuk menciptakan suatu peradaban yang saat ini kita nikmati, serta meneruskan semangat nilai nilai yang mereka ajarkan serta mengimplementasikan dalam kehidupan kita sehari hari.

Pada era sekarang generasi penerus Bangsa ini sepertinya sudah kehilangan figur Suri tauladan yang sesuai dengan nilai nilai budaya Bangsa. Generasi sekarang lebih suka menonton film film super hero dari negeri orang dari pada menengok dan belajar sejarah dan nilai nilai yang di ajarkan oleh para leluhur dan para Pahlawan. Generasi sekarang ini sudah banyak dicekoki tayangan figur figur fiktif karangan manusia, mereka Akan lebih mengenai superman, Spider-Man, batman ketimbang siapa itu Dr. Sam ratulangi, Tuanku Imam Bonjol. Pangeran Diponegoro dan para Pahlawan yang bukan fiktif berjuang dinegeri ini dan memberikan Suri tauladan yang bisa sama sama kita teladani. Semangat patriotisme mereka, semangat per juangan mereka , serta kegigihan untuk menciptakan Tujuan bersama terbebas dari penjajahan dan diskriminasi , nilai nilai itu seolah sirna. Generasi kita lebih suka memamerkan kekerasan Demi sebuah identities semu bahwa kita adalah seorang yang jago dan kuat. Kita lihat saja tawuran dimana mana, Panah wayer beterbangan di wilayah Kota manado yang sama sama kita cintai ini, perkosaan terjadi dimana mana, narkoba sudah merajalela semua itu akibat kekosongan rasa kecintaan kita sebagai sebuah Bangsa yang lebih mengutamakan budaya sendiri dan mengambil nilai teladan dari leleluhur am para Pahlawan Bangsa ini . Setiap hari generasi kita disuguhi oleh tontonan berupa kekerasan dan seksualitas Tanpa ada sensor menyebabkan generasi kita untuk meniru serta mempraktekkan hal hal yang mereka lihat, yang lebih parah lagi Tanpa memikirkan apakah itu baik atau tidak, merugikan orang lain atau tidak dan apa dampak dalam kehidupan dimasa yang Akan datang.

 Pada kesempatan saat ini saya ingin mengajak kita semua untuk membangkitkan kembali kejayaan Bangsa ini dengan menumbuhkan kepercayaan diri kita sendiri bahwa kita adalah Bangsa yang besar sehingga kita harus memiliki rasa kebanggaan itu, Bangsa sebagai Bangsa indonesia. Menumbuhkan kembali budaya budaya di setiap daerah, menjaga dan merawat peninggalan serta makam makam para leluhur dan Pahlawan supaya kita dan anak cucu kita tetap bisa melihat dan mengerti sejarah kebesaran bangsanya.

 

 

Comments

Pin It

11 thoughts on “Membangkitkan Nasionalisme Melalui Ziarah Makam Para Leluhur Dan Para Pahlawan Kemerdekaan

Comments are closed.