1. Siapa saja yang bisa saya berikan penawaran ?
Siapapun bisa diberikan penawaran, namun alangkah baiknya jika bisa diruntut sebagai berikut:
R1 = saya kenal dia, dia kenal saya/80% Closing,
R2 = saya kenal dia, dia tidak kenal saya/60% Closing
R3 = saya tidak kenal dia, dia tidak kenal saya/40% Closing.
Mulai dari R1 dulu, siapakah R1 ??? Bayangkan misal saat ini anda meninggal, siapa 40 orang yang hadir di Pemakaman Anda. Itulah yg dinamakan R1.

 

  1. Bagaimana cara menawarkan orang yang sudah pernah Rugi dalam bidang ini ?
Selalu awali dengan pertanyaan, apakah Bapak/Ibu tahu kenapa dulu bisa rugi ???, Maukah Bapak/Ibu mendengarkan perbedaan penjelasan saya mengenai Konsep transaksi yang benar dan memuaskan ??? Tekankan Konsep Transaksi yang kita yakini dan dapat dibuktikan.
  1. Bagaimana cara kita berhubungan dg calon nasabah yang selalu beralasan / tidak balas SMS/ tidak angkat Telpon ?
Nilai projeksi yang ada secara Tajam,Tegas,Realistis dan Objektif. Tanyakan secara langsung/ bisa melalui Telpon, SMS atau BBM sbb: Selamat Siang Bapak/Ibu, apakah Bapak /Ibu sehat atau sakit ? Apakah Bapak/Ibu ada kendala dengan Dana Minimum pembukaan rekening ? Saya merasa bahwa ada sebuah ketakutan dari Bapak/Ibu untuk bertemu saya secara langsung. Biasanya diakibatkan karena Sakit yang Parah atau Dana yang tidak Memadai, Tolong saya dibantu dengan kejelasan niatan baik Bapak/Ibu. Terima kasih.
  1. Kalau Nasabah Rugi, siapa yang untung? Kalo Nasabah Beli, siapa yang jual ?
Jelaskan Sistem SPA!!!
  1. Kalau Nasabah bertanya, apakah bisa dijamin pasti untung ?
Bisa, hitung ketahanan sampai emas capai minus dibawah 0, pada harga -$500/TroyOnz, sampaikan kebutuhan dana tersebut per 1 lot transaksi.
  1. Bagaimana agar calon Nasabah mau bergabung?
Alasan Nasabah mau bergabung dengan perusahaan kita itu dikarenakan 3 faktor : pertama karena sayang kamu sehingga akan timbul kepercayaan, kedua karena sayang peluang (dengan adanya peluang-peluang yang disampaikan) dan yang ketiga adalah: karena sayang dengan promo (memberikan promo berupa reward BB, I-pad dll. Dan kita lihat Nasabah itu cenderung masuk dalam kategori yang mana, kemudian kita tentukan langkah berikutnya.
  1. Bagaimana dengan kasus Nasabah tidak mau tanda tangan form Kunjungan Nasabah ?
Merekam pembicaraan ketika bertemu dengan Nasabah sebagai bukti pengganti form Kunjungan Nasabah.
  1. Nasabah trauma dalam bertransaksi karena pengalaman pernah AL, sehingga menyerahkan semua pekerjaan trading kepada broker ?
Bisa dilakukan dengan mendatangi Nasabah untuk menyampaikan konsep yang akan dijalankan. Bagaimana cara kita menyampaikan planning kepada Nasabah agar mampu mempersuasif Nasabah sehingga tertarik lagi untuk bertransaksi kembali.
  1. Bagaimana menyikapi Nasabah pemberi janji palsu, tidak menolak dan tidak meng”iya”kan tawaran untuk bergabung dengan perusahaan ?
Nasabah tersebut harus dinilai terlebih dahulu, dengan melihat poin-poin ketegasan, realistis dan obyektif. Kita harus tegas kepada Nasabah, karena derajat kita sama dengan Nasabah. Harus ada kepastian dari Nasabah, jika ada Nasabah yang berbelit-belit dan banyak alasan maka kita harus melihat realistiskah atau tidak alasan-alasannya tersebut. Terakhir kita harus obyektif dalam menilai situasi dan kondisi Nasabah.
  1. Bagaimana cara menghadapi Nasabah yang dalam keadaan marah besar ?
Tetap bersikap tenang (jangan panik), pahami dulu sebab kemarahannya, dana kita selalu menyampaikan hal-hal yang positif (walaupun Nasabah mengeluarkan banyak kata-kata negatif).

 

  1. Bagaimana cara menghadapi Nasabah yang sering mengancam kita bahkan sudah bertindak kearah premanisme ?
Kita tetap harus bersikap tenang dan melakukan segala sesuatunya dengan benar, karena dengan begitu hati kita akan selalu damai. Jika sudah menghadapi ancaman-ancaman seperti itu, kita serahkan semua pada Tuhan. Namun jika Nasabah sudah berani memukul atau menyakiti, kita bisa melaporkan kepada pihak yang berwajib dan melakukan visum. Kita tidak perlu berduel dengan Nasabah hingga terjadi perang fisik karena sesungguhnya ketika kita mampu menyelesaikan perselisihan tanpa peperangan, disitulah letak kemenangannya.

Comments

Pin It

3 thoughts on “Perihal : Nasabah

Comments are closed.