PT EQUITYWORLD FUTURES SURABAYA - CANDI PARI

TERIMA KASIH KEPADA PARA LELUHUR DAN PAHLAWAN BANGSA

Pada hari Jumat Legi, tanggal 6 Juni 2014 lalu, PT. Equityworld Futures (EWF) cabang Suarabaya melakukan kegiatan doa

PT EQUITYWORLD FUTURES SURABAYA - CANDI PARIPada hari Jumat Legi, tanggal 6 Juni 2014 lalu, PT. Equityworld Futures (EWF) cabang Suarabaya melakukan kegiatan doa bersama untuk menghormati para leluhur dan pahlawan bangsa di Candi Pari dan ziarah ke makam WR. Soepratman, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya“.
Kegiatan tersebut bertepatan dengan hari kelahiran Bung Karno yang kebetulan adalah hari ke-40 sejak pertama PT. Equityworld Futures (EWF) yang tergabung dalam Paguyuban Ini Bangsaku menjalankan doa pagi dan “doa bekal batin seorang pemimpin” di setiap hari senin dan jumat. Doa tersebut dipanjatkan sebagai niat dan ungkapan syukur dan terima kasih kepada Sang Pencipta serta mendoakan para leluhur dan para pahlawan yang telah memperjuangkan keberadaan tanah air tercinta ini.

Dengan anggota sebanyak 45 orang dipimpin oleh Kepala Cabang PT. Equityworld Futures Jimmy Tanrian , komunitas ini memulai perjalanan dari Surabaya pukul 02.30 wib, didahului dengan doa bersama di kantor PT. Equityworld Futures di gedung Graha Pacific. Setiap anggota yang berangkat telah memakai hasduk merah putih dan membawa dua Bendera Merah Putih.

Tujuan keberangkatan menuju Candi Pari dan Makam WR. Soepratman menurut Jimmy Tanrian, adalah :

  1. Mengingatkan kita akan Kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kita leluhur dengan keutamaan yang luar biasa.
  2. Mengingatkan kita untuk menghormati dan mengenang Hari Kelahiran Sang Putra Fajar, Bapak Proklamator Ir. Soekarno.
  3. Mengingatkan kita untuk menghormati dan mengenang para pahlawan yang telah berkorban dengan cara-cara intelektual, diantaranya yang dilakukan WR. Soepratman dengan menciptakan lagu kebangsaan dan lagu-lagu penggubah semangat untuk merdeka.
  4. Mengingatkan kita untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar menurunkan keutamaan yang sama seperti yang telah diturunkan dahulu kepada leluhur-leluhur kita.
  5. Mengingatkan kita akan kerja keras, daya upaya, dan kegigihan para pejuang dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
  6. Meningkatkan kebersamaan antar rekan kerja di PT. Equityworld Futures Surabaya.

Setibanya di Candi Pari sekitar pukul 03.30 wib, komunitas ini melaksanakan sholat berjamaah dulu, kemudian dilanjutkan dengan prosesi upacara singkat, berupa membaca doa bekal bathin dan dilanjutkan membaca Al-Fatehah (bagi umat muslim) dan Doa Bapa Kami (umat kristiani) sebanyak 17 kali. Sang Fajar mulai mengintip ketika doa bersama hendak selesai. Dan para peserta pun menghadap Sang Fajar sambil melanjutkan upacara dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Lagu Syukur. Upacara pun ditutup dengan kegiatan foto bersama masing-masing tim peserta di depan Candi Pari.
PT EQUITYWORLD FUTURES SURABAYA - WR SUPRATMANPerjalanan berikutnya, rombongan langsung menuju ke Makam WR. Soepratman di daerah Kenjeran Surabaya. Setibanya di lokasi sekitar pukul 6.00 wib, dan kembali prosesi upacara dilaksanakan sama seperti di Candi Pari.Kegiatan tersebut berakhir sekitar pukul 07.45 wib.
WR. Soepratman adalah pahlawan nasional dan pengarang lagu kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya”. Lagu ini diperdengarkan pertama kali pada pada malam penutupan Kongres Pemuda II, tanggal 28 Oktober 1928 yang melahirkan “Sumpah Pemuda”. Soepratman ketika itu memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum dengan biolanya.

Latar belakang sejarah Candi Pari

Candi Pari terletak di dusun candi pari, kecamatan porong, kabupaten Sidoarjo berdiri di atas tanah seluas 1310 m2 pada ketinggian 4,42 m. Menurut peneliti NJ Krom dari Belanda, gaya arsitektur candi Pari mendapat pengaruh Campa khususnya dengan candi-candi di Mison. Pengaruh ini nampak pada bangunan dan ornamen, namun demikian candi Pari tetap menunjukkan karakter Indonesia.

Candi Pari oleh masyarakat dilambangkan dengan dongeng sebagai peringatan hilangnya Jaka Pandelegan.
Pendirian candi Pari, di atas pintu candi di pahatkan angka tahun 1293 saka (1371 M) dengan demikian candi pari di dirikan pada masa kejayaan kerajaan majapahit pada masa pemerintahan raja hayam wuruk. Adapun ciri-ciri campa pada hubungan Candi Pari justru menunjukan tingginya toleransi di bidang kebudayaan pada waktu itu.
Di dalam ROD (Laporan Penelitian Sejarawan Belanda) tahun 1915 di sebutkan bahwa Candi Pari dan desa di sekitarnya pernah di temukan 2 arca Siwa Mahadewa, dua arca Agastya, tujuh arca Ganesha dan tiga arca Budha yang semuanya disimpan di museum nasional Jakarta. Latar belakang keagamaan Candi Pari bersifat Hindu. Hal ini ditunjukan adanya relief SANKHADI candi pari yang merupakan atribut dalam agama Hindu.

Pada bagian dinding utara timur dan selatan terdapat hiasan miniatur yang atapnya bertingkat lima dengan puncaknya ada hiasan angka candi pari yang kita lihat saat ini hasil pemugaran tahun 1994 s.d 1999 oleh Kanwil DepDikBud dan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jatim melalui dana proyek pelestarian / pemanfaatan peninggalan sejarah dan purbakala Jawa Timur.

Kegiatan bersih-besih makam Eyang Judo Kardono

PT EQUITYWORLD FUTURES SURABAYA - makam Eyang Judo KardonoPT. EWF dalam komunitas Paguyuban Ini Bangsaku melakukan kegiatan bersih-bersih makam para leluhur dan para pahlawan bangsa. Kegiatan ini dilakukan rutin dua minggu sekali, salah satunya di makam Eyang Judo Kardono yang terletak di tengah kota Surabaya. Sebelum bersih-bersih,terlebih dahulu mereka yang datang berkumpul untuk melakukan doa bersama seperti zikir dan tahlil, agar arwah para leluhur yang ada selalu diampuni Tuhan Yang Maha Esa, serta mencontoh keutamaan baik dari beliau ini semasa beliau masih hidup.

Kegiatan bersih-besih makam Eyang Judo Kardono meliputi beberapa tempat yang mereka bersihkan, dan biasanya dibagi beberapa tempat untuk dibersihkan seperti: Pesarean Eyang Judo Kardono sendiri, musholla oejoeng galoeh, balai mojopahit, sanggar trimurti, sanggar pamujan, makam eyang wahyu, dan pendopo, serta semua halaman area makam.

Tujuan dari kegiatan ini semata-mata hanya untuk melestarikan dan merawat punden/makam bersejarah yang ada saat ini, dimana beliau ini adalah sosok mahapatih yang gigih dalam memperjuangkan wilayah Nusantara untuk menjadikan bumi Nusantara ini adil dan makmur terhindar dari segala gejolak hawanafsu dan ankara murka dari orang-orang yang ingin menjajah bumi pertiwi. Dengan kegiatan bersih-bersih tersebut agar punden ini tetap lestari, terawat & terjaga sampai anak cucu kita di masa-masa yang akan datang, ujar Jimmy Tanrian.

 Pengajian di Makam Eyang Judo Kardono

Pengajian di Makam Eyang Judo KardonoPengajian di Makam Eyang Judo Kardono IMG_1383Selain bersih-bersih makam, di tempat tersebut juga diadakan pengajian oleh PaguyubanIni Bangsaku bersama masyarakat sekitarnya. Kegiatan ini rutin di laksanakan tiap satu bulan sekali atau setiap jumat legi, dikoordinir oleh Jimmy Tanrian.

Tujuan kegiatan pengajian ini untuk mengenal lebih dalam akan pentingnya sejarah keberadaan dan suri tauladan yang diberikanoleh Eyang Judo Kardono dan para abdi dalam beliau semasa masih memperjuangkan bumi nusantara ini. Salah satu pesan yang disampaikan dalam pengajian ini adalah mengajak generasi muda untuk ikut menjaga, merawat serta melestarikan peninggalan yang diwariskan ini agar dapat diteruskan kepada anak cucu kita nantinya.

 

Comments

Pin It

6 thoughts on “TERIMA KASIH KEPADA PARA LELUHUR DAN PAHLAWAN BANGSA

Comments are closed.