Tiada Hasil Tanpa Kerja Keras - Jimmy Tanrian

Tiada Hasil Tanpa Kerja Keras | Jimmy Tanrian

@alll: Dahulu kala di daratan Tiongkok, ada seorang bocah bernama Tjang Liang. Ia adalah seorang anak yang cerdas

@alll: Dahulu kala di daratan Tiongkok, ada seorang bocah bernama Tjang Liang. Ia adalah seorang anak yang cerdas dan memiliki budi pekerti yang luhur. Meski begitu, Tjang Liang punya kelemahan. Karena merasa dirinya pintar dan mudah menyerap pelajaran, ia jadi anak yang cenderung pemalas. Hampir tiap hari, ia datang terlambat ke sekolahnya.

Suatu kali, ketika berjalan santai menuju sekolahnya, Tjang bertemu dengan seorang kakek tua di sebuah pinggir jembatan. Ia melihat salah satu sepatu kakek itu nyaris tercebur ke dalam sungai kecil di bawah jembatan. Spontan, ia pun mengambilkan sepatu tersebut dan memakaikannya kembali pada si kakek.

Kakek itu tersenyum melihat kepedulian Tjang. Maka, beliau mengatakan pada Tjang, bahwa dirinya akan memberikan hadiah yang dapat mengubah hidup Tjang. Syaratnya, Tjang harus datang lebih pagi dari si kakek ke tempat tersebut.

Tjang yang memang bercita-cita jadi orang sukses pun menyanggupi pesan si kakek. Keesokan harinya, Tjang datang lebih pagi guna menagih janji si kakek. Namun ternyata, kakek itu sudah berada di sana mendahului kedatangan Tjang. Karena dianggap terlambat, Tjang mendapat wejangan banyak hal agar tidak bermalas-malasan. Ia juga tak mendapat hadiah karena belum memenuhi syarat yang diminta si kakek. Tjang lantas berjanji, esoknya akan datang lebih pagi.

Esoknya, Tjang memang datang jauh lebih pagi. Ia menyangka, pasti dirinya kali itu akan berhasil mendapat hadiah dari si kakek. Tapi, ia sangat kaget, ternyata si kakek sudah datang saat fajar. Akibatnya, Tjang kembali dapat wejangan, dan belum berhasil mendapat hadiah seperti yang diharapkan.

Kesal bercampur penasaran, di hari ketiga, Tjang pun bertekad datang jauh lebih pagi. Bahkan, ia sudah bersiap-siap sejak makan malam, untuk datang ke lokasi tersebut. Ia pun menyiapkan bekal dan perlengkapan agar bisa tidur di tempat tersebut, sehingga bisa mendahului si kakek.

Benar, saat datang di malam buta, si kakek belum ada. Ia pun senang, berhasil mendahului kakek. Hingga, tiba-tiba, di pagi hari, si kakek membangunkan dirinya. Si kakek tersenyum puas. “Inilah hadiah yang akan kuberikan sebagai bekal hidupmu kelak. Kau sudah membuktikan, dirimu punya kekuatan tekad yang luar biasa, hingga mengalahkan rasa malasmu. Demi tujuan mendapat hadiah, kamu berani berkorban untuk datang lebih pagi. Jaga sikapmu ini, belajarlah lebih rajin, datanglah lebih awal, bergeraklah lebih cepat, maka akan ada banyak peluang yang bisa diraih untuk masa depanmu,” seru sang kakek bijak.

Tjang mengangguk mengerti dan berterima kasih kepada si kakek. Hari itu, ia mendapat “hadiah” hidup dari si kakek. Ia berjanji, akan menuruti nasihat tersebut. Sejak saat itu, Tjang Liang akhirnya berhasil meraih lebih banyak prestasi yang luar biasa. Hingga, di usia dewasanya, ia diangkat menjadi panglima di kerajaan.


 

Bro/Sist ,

Kisah Tjang memperlihatkan bahwa kecerdasan yang dimiliki, sikap baik yang dipelihara, rupanya belum cukup untuk mengantarnya meraih kesuksesan. Ia harus mengatasi “kelemahan” yang muncul dari dalam diri, yakni sikap malas. Begitu juga kita semua. Di antara banyak potensi yang kita miliki, pasti ada satu dua kelemahan yang harus kita atasi. Dan, untuk itu, kita butuh perlu keras pada diri sendiri. Kita butuh menjadi pribadi luar biasa untuk mengatasi segala kelemahan yang ada. Apalagi, jika kelemahan itu menyangkut pada kondisi mentalitas. Rasa malas, kurang disiplin, tidak bertanggung jawab, suka menunda-nunda pekerjaan, kerja hanya berdasar mood, suka mencuri-curi waktu luang di tengah kesibukan, adalah sikap-sikap negatif, yang biarpun “kecil” jika tidak diatasi segera, akan menjelma jadi “batu sandungan” terhadap setiap langkah menuju sukses kita.

Mari, kita  terus memperbaiki kelemahan yang acap menunda datangnya prestasi. Kerja keras, kerja cerdas, kerja sepenuh hati, maka kita akan jadi manusia “cerdas hidup” yang makin mumpuni.

Tetap Semangat.  (•̀_•́)ง 加 油 
Tetap Luar Biasa 

Comments

Pin It

20 thoughts on “Tiada Hasil Tanpa Kerja Keras | Jimmy Tanrian

Comments are closed.