Was-was, Kurs Rupiah Tembus 14.300 per Dollar AS

Was-was, Kurs Rupiah Tembus 14.300 per Dollar AS

Kurs rupiah makin ambruk. Setelah sempat menguat di bawah level 14.000, dollar AS justru makin perkasa dan menyentuh

Kurs rupiah makin ambruk. Setelah sempat menguat di bawah level 14.000, dollar AS justru makin perkasa dan menyentuh Rp 14.300.

Data Bloomberg, Selasa, 8 September 2015 mencatat kurs rupiah pagi ini dibuka di level 14.263,80 per dollar AS. Bukannya menguat, rupiah justru semakin lemah terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.

Hingga akhirnya, rupiah pun tumbang dan menyentuh level terendahnya di 14.304 per dollar AS.

Laju rupiah hingga 1 jam perdagangan masih terus bergerak fuktuatif. Sempat menguat ke level 14.270, rupiah saat ini justru bertahan di level 14.292 per dollar AS.

Pelemahan rupiah juga tertangkap dalam dalam data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.

Bank sentral mencatat dollar AS di sejumlah bank lokal di Tanah Air dilepas di kisaran 14.285 per dollar AS. Rupiah kembali mencetak level terendahnya sepanjang 2015.

Research Analyst PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menilai sentimen negatif masih mewarnai laju rupiah yang mengawali pekan di teritori negatif.

“Pelaku pasar masih menjauhi rupiah seiring belum adanya sentimen positif,” katanya.

Belum adanya sentimen positif dari dalam negeri dan cenderung melemahnya sejumlah mata uang Asia memberi tekanan negatif pada rupiah.

Koreksi mata uang Asia ini dipicu spekulasi akan diperketatnay aturan transaksi, terutama saham dan valutas asing, di Tiongkok dan diperparah dengan rilis penurunan cadangan devisa Negeri Tirai Bambu rersebut.

“Penutunan cadangan debisai yang dipersepsikan untuk menstabilkan laju yuan pasca devaluasi memberikan sentimen negatif pada laju mata uang Asia,” ujar Reza.

Comments

Pin It